Delapan perguruan tinggi di wilayah Priangan Timur memulai pengabdian bersama melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tahun 2026 yang diinisiasi Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IV. Program ini menjadi ruang bagi mahasiswa mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah sekaligus belajar dari masyarakat, dengan fokus pada pengelolaan lingkungan dan penguatan ekonomi sirkular sebagai kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah.
Pelepasan KKN Tematik yang dipusatkan di Universitas Perjuangan Tasikmalaya pada Selasa 21 Juli 2026 dirangkaikan dengan pelepasan KKN-PPM Universitas Perjuangan Tasikmalaya. Kegiatan tersebut dihadiri Kepala LLDIKTI Wilayah IV Lukman, jajaran Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya dan Pemerintah Kota Tasikmalaya, pimpinan perguruan tinggi, dosen pembimbing lapangan, serta mahasiswa peserta KKN. Sebagai simbol dimulainya pengabdian, Lukman menyematkan atribut KKN kepada perwakilan mahasiswa dari masing-masing perguruan tinggi peserta.
KKN Tematik LLDIKTI Wilayah IV Tahun 2026 melibatkan delapan perguruan tinggi, yaitu Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya, Universitas Perjuangan Tasikmalaya, Universitas Bakti Tunas Husada, Universitas Mayasari Bakti, Universitas Cipasung Tasikmalaya, Sekolah Tinggi Hukum Galunggung, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Latifah Mubarokiyah, dan Politeknik Triguna Tasikmalaya. Keterlibatan berbagai perguruan tinggi tersebut menjadi wujud kerja sama pendidikan tinggi dalam menghadirkan pengabdian yang lebih berdampak bagi masyarakat.
Bagi Lukman, KKN bukan sekadar agenda akademik tahunan. Kegiatan ini merupakan ruang belajar yang mempertemukan ilmu pengetahuan dengan persoalan nyata di masyarakat. Karena itu, mahasiswa diharapkan hadir bukan sebagai pihak yang merasa paling mengetahui, melainkan sebagai mitra yang mampu belajar sekaligus menawarkan solusi sesuai kompetensi yang dimiliki.
Salah satu pesan yang paling ditekankan Lukman adalah pentingnya mengubah cara pandang masyarakat terhadap persoalan sampah.
“Kami tidak meminta mahasiswa menjadi pengumpul sampah, tetapi menjadi agen perubahan yang mampu mengubah pola pikir masyarakat bahwa sampah dapat dikelola dan memiliki nilai,” tegas Lukman.
Semangat tersebut menjadi dasar pelaksanaan KKN Tematik LLDIKTI Wilayah IV Tahun 2026 yang berfokus pada dua isu utama, yakni Sampah Tuntas dan Ekonomi Sirkular. Mahasiswa didorong membangun kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah sejak dari sumbernya, sekaligus mendampingi pelaku usaha meningkatkan nilai tambah produk melalui inovasi, pengemasan, pemasaran digital, hingga penguatan usaha mikro.
Lukman juga mengingatkan agar hasil KKN tidak berhenti sebagai kegiatan akademik semata. Berbagai inovasi yang lahir di tengah masyarakat diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat sehingga manfaatnya terus berlanjut. Ia pun berpesan agar mahasiswa menjaga etika, menjunjung tinggi sopan santun, serta membangun hubungan yang baik dengan masyarakat selama menjalankan pengabdian.
Pandangan serupa disampaikan Wakil Rektor I Universitas Perjuangan Tasikmalaya Dona Setia Umbara. Menurutnya, KKN merupakan implementasi tridarma perguruan tinggi yang memberi kesempatan kepada mahasiswa belajar langsung dari masyarakat. Pelaksanaan KKN tahun ini juga diarahkan menghasilkan luaran akademik berupa artikel ilmiah atau bentuk diseminasi hasil pengabdian, serta short movie atau short video yang mendokumentasikan proses dan dampak kegiatan sehingga pengalaman tersebut dapat menjadi praktik baik bagi pelaksanaan pengabdian di masa mendatang.
Dukungan terhadap pelaksanaan KKN Tematik juga datang dari Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya. Mewakili Bupati Tasikmalaya, Kepala Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Kabupaten Tasikmalaya Fitya Aonilah menyampaikan bahwa program ini sejalan dengan berbagai prioritas pembangunan daerah, mulai dari pengelolaan sampah berbasis sumber, penguatan ekonomi sirkular, hingga pemberdayaan UMKM. Menurutnya, kehadiran mahasiswa akan menjadi energi tambahan bagi pemerintah daerah dalam memperkuat pembangunan berbasis potensi lokal.
Hal senada disampaikan Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya Asep Goparullah. Ia menilai KKN menjadi ruang yang mempertemukan inovasi kampus dengan kebutuhan masyarakat. Mahasiswa diharapkan mampu mengambil peran dalam meningkatkan literasi, mendampingi UMKM, mengedukasi masyarakat mengenai kesehatan dan lingkungan, serta memperkuat pemberdayaan ekonomi yang selaras dengan arah pembangunan daerah.
Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Yayasan Universitas Siliwangi Brigjen TNI (Purn.) H. Eko Irianto mengapresiasi inisiatif LLDIKTI Wilayah IV yang mempertemukan perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam satu gerakan pengabdian bersama. Ia berharap mahasiswa mampu menjaga nama baik perguruan tinggi, beradaptasi dengan lingkungan, serta meninggalkan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.
Bagi LLDIKTI Wilayah IV, KKN Tematik bukan sekadar agenda tahunan. Program ini menjadi upaya memperkuat peran pendidikan tinggi agar semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat. Keberhasilan KKN tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan yang terlaksana, tetapi juga dari kemampuan mahasiswa membangun kepercayaan masyarakat, menghadirkan perubahan yang nyata, serta meninggalkan praktik-praktik baik yang dapat terus dikembangkan bersama pemerintah daerah setelah masa pengabdian berakhir.