Dari sebuah penelitian lahir pengetahuan, sedangkan publikasi ilmiah memastikan hasil penelitian tersebut dapat dimanfaatkan secara lebih luas. Berangkat dari semangat tersebut, Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IV menyelenggarakan rangkaian Fasilitasi Publikasi Artikel Ilmiah selama dua hari bekerja sama dengan Universitas Kristen Maranatha dan Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) di Kota Bandung.
Kegiatan berlangsung pada 15–16 Juli 2026 dengan menghadirkan pendampingan intensif bagi dosen perguruan tinggi swasta di Jawa Barat dan Banten. Hari pertama dilaksanakan di Kampus Universitas Kristen Maranatha dan diikuti 41 dosen dari 16 perguruan tinggi, sedangkan hari kedua berlangsung di Kampus UNIKOM dengan peserta 55 dosen dari berbagai perguruan tinggi swasta. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk memperkuat kompetensi penelitian, penyusunan manuskrip, hingga publikasi artikel ilmiah pada jurnal nasional terakreditasi maupun jurnal internasional bereputasi.
Direktorat Jurnal dan Publikasi Ilmiah UNIKOM, Poni Sukaesih Kurniati, mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepada UNIKOM sebagai mitra penyelenggara sekaligus menyampaikan terima kasih kepada seluruh dosen yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, publikasi ilmiah tidak semestinya dipandang hanya sebagai pemenuhan persyaratan administratif ataupun kenaikan jabatan akademik. Lebih dari itu, publikasi merupakan bentuk tanggung jawab akademisi dalam menyebarluaskan hasil penelitian agar memberikan manfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan.
“Menulis artikel ilmiah jangan dijadikan hanya sebagai tanggung jawab administratif atau untuk keperluan kenaikan jabatan akademik. Sebagai insan akademik, kita memiliki kewajiban untuk menyebarluaskan hasil penelitian melalui publikasi ilmiah agar dapat memberikan manfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan,” ujar Poni.
Ia berharap kegiatan tersebut menjadi ruang kolaborasi antardosen sekaligus mendorong lahirnya manuskrip yang siap diajukan ke jurnal ilmiah.
“Melalui kegiatan ini diharapkan akan terbangun kolaborasi antardosen sehingga dapat meningkatkan kuantitas dan kualitas publikasi ilmiah. Pada akhir kegiatan nanti peserta juga diharapkan telah memiliki manuskrip yang siap diajukan ke jurnal tujuan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah IV, Lukman, menegaskan bahwa publikasi ilmiah kini menjadi salah satu indikator penting dalam membangun kualitas akademik dosen, reputasi perguruan tinggi, serta kontribusi nyata perguruan tinggi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan penyelesaian berbagai persoalan masyarakat.
“Publikasi ilmiah bukan lagi sekadar salah satu unsur pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Lebih dari itu, publikasi telah menjadi indikator penting dalam membangun kualitas akademik dosen, reputasi perguruan tinggi, serta kontribusi nyata perguruan tinggi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan penyelesaian berbagai persoalan masyarakat,” ujar Lukman.
Pada hari kedua kegiatan, Idik Nursidik, Ketua Tim Sumber Daya LLDIKTI Wilayah IV yang mewakili Kepala LLDIKTI Wilayah IV, menjelaskan bahwa menerbitkan artikel pada jurnal nasional terakreditasi maupun jurnal internasional bereputasi memerlukan proses yang tidak sederhana. Penyusunan manuskrip, penyesuaian dengan gaya selingkung jurnal, pemilihan jurnal yang tepat, proses revisi, hingga komunikasi dengan editor dan penelaah (reviewer) membutuhkan kompetensi, ketelitian, serta pendampingan yang berkelanjutan.
Karena itu, menurutnya, fasilitasi publikasi tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi dilanjutkan dengan pendampingan agar peserta mampu menghasilkan manuskrip yang siap diajukan ke jurnal tujuan.
“Harapannya setiap peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga menghasilkan luaran nyata berupa manuskrip yang siap diajukan ke jurnal yang dituju,” katanya.
Ia juga mengapresiasi antusiasme para dosen yang mengikuti rangkaian kegiatan tersebut. Kehadiran peserta dari berbagai perguruan tinggi dinilai mencerminkan komitmen untuk terus meningkatkan kapasitas akademik sekaligus memperkuat budaya riset dan publikasi ilmiah.
Menurutnya, kolaborasi antara LLDIKTI dengan perguruan tinggi menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem akademik yang berkualitas dan berkelanjutan.
“Sinergi antara LLDIKTI dengan perguruan tinggi unggul merupakan salah satu kunci dalam membangun ekosistem akademik yang berkualitas dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Melalui rangkaian fasilitasi ini, LLDIKTI Wilayah IV berharap semakin banyak dosen mampu menghasilkan manuskrip berkualitas, memperluas kolaborasi penelitian, serta meningkatkan publikasi pada jurnal nasional terakreditasi maupun jurnal internasional bereputasi. Publikasi yang berkualitas diharapkan tidak hanya meningkatkan reputasi akademik perguruan tinggi, tetapi juga memperluas kontribusi hasil penelitian bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan penyelesaian berbagai persoalan di masyarakat.
