LEMBAGA LAYANAN PENDIDIKAN TINGGI WILAYAH IV

Akselerasi Jenjang, Pesatkan Mutu Dunia Kampus

Hadirnya banyak guru besar menjadi salah satu patokan mutu dari sebuah perguruan tinggi. Hal ini menjadi konsen LLDIKTI Wilayah IV dalam memasifkan jumlah dan kualitas guru besar. Kepala LLDIKTI Wilayah IV, Lukman memaparkan, hingga saat ini LLDIKTI Wilayah IV telah memiliki 407 profesor atau guru besar di daerah Jawa Barat dan Banten. Sebanyak 152 profesor berusia 55-64 tahun. 

“Padahal, sebenarnya untuk mencapai jenjang jabatan profesor bisa sebelum usia 40 tahun. Hal yang paling penting itu kemauan dari dosen, setelah itu kemampuan,” papar Lukman saat membuka Rapat Kerja Paguyuban Profesor di Lingkungan LLDIKTI Wilayah IV, Kamis 5 Maret 2026 di Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM).

Ia melanjutkan, jika terdapat keterbatasan, para dosen dapat menjalin kolaborasi riset dengan perguruan tinggi unggul dan dosen yang sudah menjadi profesor. Sampai saat ini di sudah ada 19 perguruan tinggi swasta yang berakreditasi unggul di Jawa Barat dan Banten. 

“Maka dari itu, kami targetkan agar 1 profesor bisa melahirkan 1 profesor baru dalam setahun. Sehingga, targetnya tahun 2026 LLDIKTI Wilayah IV bisa memiliki 800 profesor,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Lukman menambahkan, dengan adanya kolaborasi melalui Paguyuban Profesor, kenaikan jenjang karir dosen lainnya pun dibantu oleh para dosen yang telah memiliki jabatan lebih tinggi. Seperti lektor kepala membina lektor, lalu lektor membina asisten ahli agar semua bisa naik jenjang.

Ia menjelaskan, kementerian pun telah mendukung kenaikan jenjang akademik dosen melalui regulasi terbaru pada Permendiktisaintek Nomor 52 Tahun 2025. Bahkan, dosen difasilitasi untuk melakukan ‘loncat jabatan’ jika telah memenuhi syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan.

“Pada Permendiktisaintek Nomor 52 Tahun 2025 Pasal 36 sampai dengan 46, telah diatur mengenai mekanisme promosi jabatan. Akselerasi kenaikan 2 tingkat jenjang jabatan akademik sekaligus diberikan kepada dosen dengan pencapaian luar biasa dan diatur dalam juknis,” jelasnya.

“Berarti dari asisten ahli bisa ke lektor kepala langsung, dan lektor bisa naik ke profesor. Bahkan, kampus yang terakreditasi unggul bisa menetapkan asisten ahli sendiri dengan adanya aturan baru ini,” imbuh Lukman.

Sementara itu, Rektor Unikom, Prof. Eddy Soeryanto Soegoto berharap, melalui Paguyuban Profesor tersebut, banyak program yang telah dicanangkan LLDIKTI Wilayah IV dapat dibangun bersama.

“Semoga kita juga bisa saling berbagi inspirasi. Di bawah kepemimpinan beliau sudah semakin banyak yang terakreditasi unggul,” ucap Eddy.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Paguyuban Profesor LLDIKTI Wilayah IV, Prof. Edi Setiadi menuturkan, melalui paguyuban ini para guru besar dari berbagai bidang akademik akan saling berelaborasi dalam berbagai aktivitas. 

“Insyaallah kita bisa guyub dan membawa kebermanfaatan yang besar. Dalam bidang PKM, kerja sama dengan berbagai pihak, KKN tematik. Untuk periode ke depan berbagai program yang dicanangkan harus segera dieksekusi,” tutur Edi.

Share:

More Posts

Bagian Akademik dan Kemahasiswaan

Informasi Pilmapres 2026

Menindaklanjuti disposisi Surat Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi,