LEMBAGA LAYANAN PENDIDIKAN TINGGI WILAYAH IV

Profesor Bandung dan Jepang Bagi Resep Hadapi Roller Coaster Jurnal

Gerakan Akademisi Gotong Royong Bersinergi dan Berinovasi (GRADASI) Episode Dua: Publikasi Tuntas menginjak titik kumpul kesembilan. Kali ini kelas Fasilitasi Publikasi Artikel Ilmiah berlangsung di Universitas Telkom, Kamis 31 Juli 2025.

50 peserta hadir dan antusias dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Terlebih, ada dua pemateri dari dalam dan luar negeri hadir untuk berbagi ‘resep’ agar menghasilkan publikasi ilmiah yang berkualitas hingga tembus jurnal bereputasi.

Kepala LLDIKTI Wilayah IV, Lukman yang secara langsung membuka kegiatan ini menyampaikan, seluruh dosen harus punya publikasi sebagai pembeda dengan pendidik yang lain. Di Jawa Barat dan Banten masih ada 7.892 dosen yang belum memiliki publikasi artikel ilmiah. Oleh karena itu, LLDIKTI Wilayah IV menghadirkan solusi melalui kelas ini.

“Tulisan dari artikel yang telah terpublikasi menjadi pembeda bapak dan ibu dengan guru. Sebab, seorang dosen harus menjalankan tri dharma perguruan tinggi,” ujar Lukman.

Melalui kegiatan ini, ia berharap, para dosen didampingi mulai dari manuskrip, submit artikel, hingga terbit di jurnal bereputasi. Tak hanya itu, bagi Lukman kegiatan ini juga merupakan ajang silaturahmi dan kolaborasi. 

“Para peserta bisa ‘mengintip’ apa yang sudah dilakukan oleh kampus tuan rumah. Lebih baik lagi jika bisa sampai menghasilkan penelitian bersama. Bisa jadi bapak dan ibu punya ide, tapi tidak ada alatnya. Ternyata alatnya ada di Universitas Telkom atau di kampus peserta lainnya,” ungkapnya.

Selain itu, ia menegaskan agar para penulis memperhatikan selingkung yang ada di setiap kategori jurnal. Sebab, tiap jurnal memiliki selingkung yang berbeda. Hal tersebut merupakan ilmu mendasar dalam publikasi ilmiah yang diramu pada manajemen publikasi.

“Dasar-dasarnya harus dipahami. Manuskrip, artikel, dan jurnal itu berbeda. Manajemen publikasi ilmiah alurnya mulai dari kajian atau penelitian. Lalu, ke publikasi. Proses di publikasi ini mulai dengan mencari tempat publikasi hingga memperhatikan etika publikasi. Waspada juga jangan sampai terjebak jurnal predator abal-abal,” imbuhnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Telkom, Prof. Suyanto yang juga menjadi salah satu narasumber pada kegiatan ini menjelaskan, untuk menuju proses menjadi guru besar ibaratnya seperti roller coaster.

“Perjalanannya sangat panjang, berliku, banyak rintangannya, dan harus dilalui dengan cepat. Sehingga dengan adanya kegiatan ini diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas dan kuantitas publikasi ilmiah untuk memperkuat daya saing pendidikan tinggi,” tutur Suyanto.

Menurutnya, kegiatan ini sangat mendukung untuk peningkatan jabatan akademik dosen (JAD) serta turut mengakselerasi kebutuhan institusi dalam kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. 

“Kegiatan ini juga sebagai ajang kolaborasi pakar dalam dan luar negeri, serta dosen dari Universitas Telkom yang berpengalaman. Harapannya artikel bisa di submit ke jurnal dan memperkuat riset dan publikasi ilmiah di lingkungan perguruan tinggi,” tutup Suyanto dalam sambutannya.

Sebelumnya, pada 28 Juli silam Kegiatan Fasilitasi Publikasi Artikel Ilmiah juga telah diselenggarakan di Universitas Jenderal Achmad Yani yang diikuti oleh 53 peserta. Pada kegiatan tersebut dibahas mengenai Teknik Penulisan Artikel Ilmiah dan Publikasi serta Pendampingan Draft Artikel.

Share:

More Posts