Perkuat Fondasi PTS, LLDIKTI 4 Serahkan SK Kelembagaan dan Coaching Klinik SIAGA

Setiap keputusan dalam dunia pendidikan tinggi selalu membawa konsekuensi. Ada program studi yang lahir untuk menjawab kebutuhan zaman, ada pula yang harus berhenti ketika tidak lagi diminati masyarakat. Di balik setiap keputusan tersebut, terdapat proses evaluasi panjang yang bertujuan menjaga mutu pendidikan tinggi tetap berjalan pada jalurnya.

Sebanyak 24 perguruan tinggi menerima SK Kelembagaan pada Jumat 7 Agustus 2026 di Aula LLDIKTI Wilayah IV. SK tersebut yang mencakup berbagai bentuk layanan, mulai dari izin pembukaan program studi, alih kelola, pendirian program studi, penyatuan perguruan tinggi swasta, hingga pencabutan izin program studi.

Kepala LLDIKTI Wilayah IV, Lukman mengatakan, keputusan pencabutan izin program studi bukanlah bentuk hukuman bagi perguruan tinggi. Sebaliknya, langkah tersebut diambil berdasarkan kesepakatan bersama setelah mempertimbangkan kondisi riil di lapangan, terutama ketika minat masyarakat terhadap suatu program studi terus mengalami penurunan.

Menurutnya, mempertahankan program studi yang sudah tidak lagi memiliki daya tarik justru dapat berdampak pada kualitas penyelenggaraan pendidikan, termasuk terhadap capaian akreditasi perguruan tinggi.

“Begitulah dinamika yang ada di lapangan. Kita berusaha mencari solusi terbaik. Mungkin jumlah program studi atau bahkan jumlah perguruan tinggi menjadi berkurang, tetapi yang terpenting adalah kualitasnya semakin sehat, semakin kuat, dan mampu berkembang secara berkelanjutan,” kata Lukman.

Selain penyerahan SK, LLDIKTI Wilayah IV juga berkolaborasi dengan Kemdiktisaintek menghadirkan Coaching Klinik SIAGA sebagai ruang pendampingan bagi pengelola perguruan tinggi. Melalui layanan ini, peserta dapat berkonsultasi langsung dengan tim pendamping terkait berbagai persoalan administrasi kelembagaan yang selama ini menjadi kendala.

Lukman mengajak seluruh peserta memanfaatkan kesempatan tersebut sebaik mungkin. Ia menyampaikan meja-meja layanan yang telah disiapkan bukan sekadar tempat bertanya, tetapi menjadi ruang untuk menemukan solusi bersama sehingga proses pengelolaan perguruan tinggi dapat berjalan lebih tertib dan sesuai ketentuan.

“Di sisi kanan dan kiri Bapak dan Ibu sudah tersedia meja layanan. Silakan dimanfaatkan untuk berdiskusi dan menyelesaikan berbagai kendala yang dihadapi dalam proses pengelolaan perguruan tinggi,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Kelompok Kerja Pengembangan dan Penataan Akademik Kemdiktisaintek, Henriette Minerva Wenno menjelaskan,kehadiran tim dari Kementerian bertujuan membantu perguruan tinggi menyelaraskan hasil evaluasi dengan kelengkapan dokumen yang dipersyaratkan.

Ia mengatakan, tidak sedikit proses pengajuan yang sebenarnya telah berjalan baik, namun masih terkendala karena terdapat dokumen yang belum lengkap atau belum memenuhi ketentuan administrasi yang berlaku.

“Kami hadir untuk menjembatani hasil evaluasi dengan dokumen yang masih perlu disempurnakan. Ada dokumen yang belum lengkap, ada yang sebenarnya sudah ada tetapi masih perlu dilengkapi, dan ada juga persyaratan administrasi yang belum sesuai. Semua itu akan kami bantu cek bersama,” jelas Henriette.

Melalui Coaching Klinik SIAGA, proses pendampingan dilakukan secara langsung sehingga setiap perguruan tinggi dapat memperoleh masukan yang lebih spesifik sesuai kebutuhan masing-masing. Pendekatan ini diharapkan mampu mempercepat penyelesaian berbagai kendala administrasi sekaligus meningkatkan kualitas tata kelola kelembagaan.

Sinergi antara LLDIKTI Wilayah IV dan Kemdiktisaintek tersebut menjadi bagian dari komitmen untuk menghadirkan layanan yang tidak hanya berorientasi pada penerbitan dokumen, tetapi juga memastikan setiap perguruan tinggi memiliki fondasi kelembagaan yang semakin tertata, akuntabel, dan siap menghadapi tantangan pendidikan tinggi di masa depan.

Share:

More Posts

Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Post Type Selectors