Kegiatan belajar tidak selalu berlangsung di dalam ruang kelas. Ada saatnya ilmu perlu dibawa keluar, bertemu dengan kehidupan, dan menemukan maknanya di tengah masyarakat. Semangat itulah yang dibawa dalam Pelepasan KKN Tematik LLDIKTI Wilayah IV Tahun 2026 yang berlangsung di Universitas Nusa Putra, Kabupaten Sukabumi, Sabtu 08 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari pelaksanaan KKN Tematik yang melibatkan perguruan tinggi di lingkungan LLDIKTI Wilayah IV.
KKN Tematik tahun ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu sekaligus memahami persoalan yang dihadapi masyarakat secara langsung. Sejumlah isu yang menjadi perhatian meliputi peningkatan produktivitas, pengelolaan lingkungan dan sampah, serta mitigasi kebencanaan.
Kepala LLDIKTI Wilayah IV, Lukman, mengingatkan mahasiswa agar tidak memandang KKN hanya sebagai rangkaian kegiatan yang selesai ketika masa pengabdian berakhir.
Mahasiswa diharapkan mampu membangun kebiasaan baik bersama masyarakat dan menghadirkan sesuatu yang dapat terus berjalan setelah mereka kembali ke kampus.
“Satu saja kalau itu bisa berkesinambungan, kalau itu bisa berkelanjutan, tentunya akan memberikan makna yang sangat baik.” Ungkap Lukman
Menurutnya, mahasiswa tidak harus datang dengan niat menyelesaikan seluruh persoalan yang ada di desa. Yang lebih penting adalah memahami kondisi masyarakat dan menghadirkan solusi yang dapat diterima serta dijalankan bersama.
Rektor Universitas Nusa Putra, Kurniawan, menyampaikan bahwa KKN merupakan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal lingkungan dan belajar dari kehidupan masyarakat.
“KKN bukan hanya sekadar kewajiban mahasiswa, tapi KKN adalah cara kita mengenal lingkungan, mengambil hikmah dari apa yang ada di lingkungan kita.” Jelas Kurniawan
Ia juga mengingatkan mahasiswa untuk menjaga nama baik perguruan tinggi selama menjalankan pengabdian.
“Jagalah almamater kalian. Menjaga almamater kalian adalah untuk menjaga marwah kampus kalian masing-masing.” Lanjutnya
Menurut Kurniawan, kolaborasi antar perguruan tinggi menjadi kekuatan penting dalam pelaksanaan KKN. Keterlibatan berbagai perguruan tinggi diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, turut menyampaikan harapan agar mahasiswa dapat hadir sebagai mitra masyarakat.
Mahasiswa diharapkan mau mendengarkan, memahami kebutuhan masyarakat, kemudian bersama-sama mencari solusi yang sesuai dengan kondisi di masing-masing wilayah. Komunikasi dengan pemerintah desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan berbagai unsur masyarakat juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan pengabdian.
KKN Tematik 2026 menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menguji ilmu dalam kehidupan nyata, belajar beradaptasi, sekaligus membangun kepedulian terhadap lingkungan sosial di sekitarnya.
Pada akhirnya, keberhasilan KKN bukan hanya tentang program yang terlaksana, tetapi tentang manfaat yang dapat dirasakan dan diteruskan oleh masyarakat.
Dari kampus mahasiswa membawa ilmu. Di tengah masyarakat, ilmu itu mendapat ruang untuk tumbuh dan memberi manfaat.
Melalui KKN Tematik 2026, 8 perguruan tinggi mengirimkan 3.132 mahasiswa untuk hadir dan berkontribusi di 80 desa di Kabupaten Sukabumi. Kehadiran ribuan mahasiswa ini diharapkan tidak hanya menghadirkan program, tetapi juga meninggalkan pengetahuan, semangat, dan praktik baik yang dapat terus tumbuh bersama masyarakat.