Suasana hangat terasa sejak pagi itu di Kota Bandung, Kamis, 9 April 2026. Rombongan besar dari LLDIKTI Wilayah IX datang dengan satu semangat yang sama: belajar, bertukar pengalaman, dan membawa pulang harapan baru bagi masa depan perguruan tinggi swasta di wilayah timur Indonesia.
Melalui agenda Benchmarking Pengelolaan Perguruan Tinggi Swasta, kunjungan dilakukan ke dua kampus unggulan di LLDIKTI Wilayah IV yakni Universitas Telkom dan UNISBA. Bukan sekadar kunjungan biasa, kegiatan ini menjadi ruang dialog terbuka mengenai tantangan, strategi, hingga mimpi besar pendidikan tinggi di Indonesia.
Kepala LLDIKTI Wilayah IX, Andi Lukman menyampaikan, percepatan transformasi PTS tidak bisa dilakukan sendirian. Perlu belajar dari mereka yang sudah lebih dulu melangkah. Terlebih saat ini terdapat 215 perguruan tinggi swasta yang tersebar di Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara.
“Orang hebat itu adalah orang yang senang berbagi. Karena itu, kami datang ke Universitas Telkom dan UNISBA untuk mempelajari strategi dan kebijakan yang sudah berjalan. Harapannya, kita bisa mendiskusikan langkah konkret ke depan untuk perkembangan PTS di wilayah kami,” ujar Andi.
Pada rangkaian kegiatan ini, turut hadir 377 peserta yang terdiri dari pimpinan perguruan tinggi dan badan penyelenggara PTS dari LLDIKTI Wilayah IX. Ia juga menekankan, tantangan dunia pendidikan tinggi saat ini tidak lagi sederhana. Perubahan terjadi begitu cepat, menuntut perguruan tinggi untuk bertransformasi di seluruh aspek, baik tata kelola, akademik, hingga pemanfaatan teknologi.
Hal ini sejalan dengan pandangan Rektor Universitas Telkom, Prof. Suyanto atau yang akrab disapa Prof. Suo. Dalam kesempatan tersebut, ia menyoroti dua hal penting yang harus menjadi perhatian utama PTS agar terus berkembang.
“Inklusivitas perguruan tinggi dan bagaimana kita memposisikan teknologi sebagai enabler. Teknologi bukan sekadar pelengkap, tetapi alat utama untuk mempercepat akselerasi,” ungkap Suo.
Ia berharap, para delegasi tidak hanya pulang dengan catatan, tetapi juga membawa wawasan yang bisa langsung diimplementasikan di kampus masing-masing.
Sementara itu, Kepala Bagian Umum LLDIKTI Wilayah IV, Gina Indriani, memberikan gambaran tentang kondisi PTS di wilayahnya. Dari total 415 PTS yang ada, sebanyak 19 telah meraih predikat unggul, dan 11 di antaranya berada di Kota Bandung. Namun, capaian tersebut bukan alasan untuk berpuas diri.
“Masih banyak pekerjaan rumah. Dengan keunggulan yang kita miliki, kita harus bisa memberikan dampak yang lebih luas,” ungkap Gina.
Ia juga menegaskan, pertemuan ini tidak akan berhenti sebagai agenda seremonial semata. Ke depan, akan ada kolaborasi nyata antara PTS di LLDIKTI Wilayah IX dan Wilayah IV sebagai langkah bersama membangun kualitas pendidikan tinggi.
Semangat kolaborasi ini turut dikuatkan oleh Rektor UNISBA, Prof. Harits Nu’man. Ia menilai bahwa kerja sama antarperguruan tinggi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan.
“Kita tidak bisa meningkatkan karier dosen jika publikasi hanya berputar di lingkungan sendiri. Kolaborasi menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi,” jelas Harits.
Menurutnya, sinergi antarwilayah akan membuka peluang besar untuk saling melengkapi keunggulan masing-masing. Lebih dari itu, kolaborasi juga menjadi bagian penting dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Di tengah berbagai tantangan yang ada, satu hal terasa jelas dari pertemuan ini yakni semangat untuk maju bersama. Sebab, pada akhirnya pendidikan tinggi bukan hanya soal institusi, tetapi tentang bagaimana menciptakan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.
Seluruh rangkaian kegiatan ini ditutup dengan penandatanganan kerja sama antara LLDIKTI Wilayah IX dengan UNISBA. Dan dari Bandung hari itu, langkah kecil menuju perubahan besar mulai digerakkan bersama.