Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IV melaksanakan fasilitasi agenda koordinasi antara perguruan tinggi dan Pemerintah Kabupaten Karawang pada Kamis, 26 Februari 2026 dalam rangka penguatan kolaborasi program pengelolaan sampah berbasis kampus berdampak. Kegiatan yang dilaksanakan di Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang ini dihadiri oleh 11 perguruan tinggi di wilayah Karawang.
Kepala LLDIKTI Wilayah IV, Lukman menjelaskan, kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan nota kesepakatan antara LLDIKTI Wilayah IV dan Pemerintah Kabupaten Karawang. Program kolaborasi difokuskan pada pengelolaan sampah dengan mengadopsi praktik baik yang sebelumnya telah berjalan di wilayah lain, serta akan dibagi berdasarkan wilayah prioritas yang ditetapkan oleh pemerintah daerah.
“Program ini tidak hanya berhenti pada koordinasi, tetapi akan dilaksanakan secara terstruktur melalui pembagian wilayah, penyusunan timeline, konversi SKS, serta pembagian tugas yang jelas agar berjalan berkelanjutan dalam jangka pendek, menengah, dan panjang. Saya harap penelitian dan pengabdian masyarakat akan semakin banyak mengenai penanganan dan pengelolaan sampah.” jelas Lukman.
Atas sambutan hangat tersbut, Rektor UBP Karawang, Prof. Dedi Mulyadi menyampaikan kampusnya memiliki semangat dan komitmen sejak awal untuk mendukung program tersebut. Ia mengapresiasi peran LLDIKTI Wilayah IV yang secara aktif memfasilitasi kerja sama antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah sebagai upaya membangun perguruan tinggi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“UBP sudah memiliki motivasi dan semangat sejak awal terkait program ini. LLDIKTI Wilayah IV banyak memberikan kesempatan dan pembelajaran melalui fasilitasi kerjasama antara perguruan tinggi dengan pemda di wilayah masing-masing sebagai upaya membangun perguruan tinggi berdampak,” ujar Dedi.
Kepala Bapperida Kabupaten Karawang, M. Ridwan Salam, mengapresiasi atas komitmen seluruh pihak. Ia menekankan perubahan pola pikir masyarakat terhadap sampah harus dilakukan secara bersama-sama, termasuk dengan membangun pendekatan baru yang mendorong pengolahan sampah bernilai ekonomis serta pembentukan budaya pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir.
“Saat ini kita harus berupaya membentuk budaya dan kebiasaan baru terhadap pemanfaatan media yang tinggi potensi produksi sampahnya seperti penggunaan plastik. Dalam melaksanakan rencana aksi Pemkab Karawang berkomitmen untuk mendukung dan melakukan pendampingan kepada perguruan tinggi yang akan terjun lansung ke lapangan untuk melaksanakan program pengolahan sampah ini,” ungkap Ridwan.
Melalui sinergi antara perguruan tinggi dan Pemerintah Kabupaten Karawang, diharapkan program ini tidak hanya menyelesaikan persoalan lingkungan, tetapi juga memperkuat peran tri dharma perguruan tinggi melalui penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang berkelanjutan dan berdampak nyata.
