Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IV menyerahkan Surat Keputusan (SK) Kelembagaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) tentang izin pembukaan Program Studi Obstetri dan Ginekologi Program Spesialis pada Universitas Islam Bandung (Unisba) pada Senin, 9 Februari 2026, di Kota Bandung.
Penyerahan SK ini menandai komitmen bersama dalam memperkuat layanan pendidikan kedokteran spesialis, khususnya di bidang Obstetri dan Ginekologi, sekaligus mendukung peningkatan kapasitas pendidikan tinggi kesehatan di wilayah Jawa Barat dan Banten. Hal ini juga merupakan salah satu langkah strategis dalam meningkatkan pelayanan terhadap kesehatan kewanitaan.
Kepala LLDIKTI Wilayah IV, Lukman, menyampaikan apresiasi atas capaian Universitas Islam Bandung yang terus menunjukkan penguatan mutu kelembagaan, khususnya pada bidang kedokteran.
“Akreditasi kedokteran Unisba itu sudah unggul. Semoga dengan hadirnya program studi baru ini bisa semakin memperkuat keilmuan kedokteran di Unisba,” ujar Lukman. Ia juga menekankan bahwa peluang pembiayaan pendidikan bagi calon mahasiswa program spesialis cukup terbuka lebar.
“Banyak beasiswa yang bisa menjadi peluang bagi para calon mahasiswa. Untuk beasiswa spesialis tersedia juga di LPDP, meskipun peminatnya masih belum terlalu banyak. Selain itu, di Kemdiktisaintek juga tersedia beasiswa yang bisa dimanfaatkan oleh para calon dokter spesialis,” jelasnya.
Menurut Lukman, pembukaan program studi spesialis ini juga sejalan dengan target Kementerian Kesehatan dan Kemdiktisaintek dalam mendorong penambahan jumlah program studi spesialis kedokteran yang unggul guna menjawab kebutuhan tenaga medis di Indonesia. Ia juga mengingatkan pembukaan program studi, khususnya pada bidang kedokteran spesialis, memerlukan kesiapan yang matang baik dari sisi sumber daya maupun tata kelola.
Dengan hadirnya Program Studi Obstetri dan Ginekologi Program Spesialis di Universitas Islam Bandung, diharapkan dapat memperkuat kualitas sumber daya manusia di bidang kesehatan sekaligus meningkatkan kapasitas kelembagaan pendidikan tinggi. Selain itu, program studi ini diharapkan mampu memperluas akses dan meningkatkan relevansi layanan pendidikan tinggi bagi masyarakat, khususnya di wilayah Jawa Barat dan Banten.
Melalui sinergi antara pemerintah, badan penyelenggara, dan perguruan tinggi, pembukaan program studi ini menjadi upaya konkrit dalam mendukung pemerataan dan peningkatan mutu pendidikan kedokteran spesialis di Indonesia. Kehadiran program studi ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan tenaga dokter spesialis sekaligus memperkuat sistem layanan kesehatan nasional secara berkelanjutan.
